Tugas Pengelolaan Kelas

TUGAS PENGELOLAAN KELAS

PENGAJARAN MIKRO DALAM PEMBENTUKAN

KETERAMPILAN MENGAJAR

Oleh:

HENDRA SETIAWAN

107711407016

FAKULTAS  ILMU  KEOLAHRAGAAN

JURUSAN PENDIDKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

MARET 2009

PENGAJARAN MIKRO DALAM PEMBENTUKAN

KETERAMPILAN MENGAJAR

Pendapat yang menyatakan bahwa mengajar adalah proses penyampaian atau penerusan pengetahuan sudah ditinggalkan oleh semakin banyak orang. Sebaliknya, mengajar adalah perbuatan yang kompleks, yaitu penggunaan secara integrative sejumlah keterampilan untuk menyampaikan pesan. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa mengajar itu mengandung secara serempak unsure – unsure tekhnologi, ilmu, seni, dan bahkan juga pilihan nilai. Tekhnologi mengajar di lihat sebagai prosedur kerja dengan mekanisme dan perangkat alat yang diuji secara empirik. Keilmiahan mengajar menunjuk kepada adanya sistem eksplanasi dan prediksi yang mendasarinya. Sedangkan hakekat seninya terwujud dalam kenyataan bahwa aplikasi prinsip, mekanisme dan alat yang termaksud terjadi secara unik. Selanjutnya, giliran pengajaran mikro secara teknis bertolak dari asumsi bahwa keterampilan – keterampilan mengajar yang kompleks itu dapat dipreteli menjadi unsure – unsur keterampilan yang lebih kecil, yang masing – masing dapat dilatihkan secara jauh lebih efisien dan efektif, apabila dibandingkan dengan pendekatan latihan secara global saja. Dengan melalui pengajaran mikro, pembentukan keterampilan dapat dilakukan secara sistematik mulai dari pemahaman, observasi peragaannya, untuk kemudian diteruskan dengan latihan yang berjenjang yaitu latihan terbatas, latihan dengan bantuan teman sejawat dan latihan lapangan. Latihan lapangan inipun juga bersifat berjenjang, mulai dari mengajar dengan pengawasan penuh, sampai dengan mengajar secara mandiri. Di dalam kegiatan pengalaman lapangan inilah para calon guru diberi kesempatan berimprovisasi dengan menggunakan perangkat keterampilan dasar yang mukai dikuasainya, dialog dengan seniman yang berimprovisasi setelah ia akrab dengan media ekspresinya.

RASIONAL DAN PENGERTIAN

  1. Rasional

Sekolah adalah tempat belajar bagi siswa dan tugas guru yang sebagian besar terjadi dalam kelas adalah membelajarkan siswa dengan menyediakan kondisi belajar yang optimal. Tugas di dalam kelas yang berhubungan dengan sisiwa ini berkaitan dengan minat, kehendak, percakapan maupun kegiatan –kegiatan mereka. Suatu kondisi belajar yang optimal dicapai jika guru mampu mengatur siswa dan sarana pengajaran serta mengendalikannya dalam suasana yang menyenangkan untuk mencapai tujuan pelajaran.

Apabila pengaturan kondisi belajar optimal, maka proses belajar  akan berlangsung optimal pula, akan tetapi terdapat kekuranganserasian antara tugas dan sarana atau alat ataupun terputusnya antara satu keinginan dengan keinginan yang lain antara kebutuhan dan pemenuhannya, maka terjadilah gangguan terhadap proses belajar  yang dimaksud. Gangguan – gangguan dapat bersifat sementara dan ringan, akan tetapi dapat pula bersifat cukup serius dan terus – menerus.

  1. Pengertian

Yang dimaksud  dengan keterampilan mengelola kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan keterampilan untuk mengembalikan kondisi belajar yang optimal, apabila terdapat gangguan dalam proses belajar baik yang bersifat gangguan kecil dan sementara maupun yang bersifat gangguan yang berkelanjutan. Apabila terdapat gangguan – gangguan dalam proses belajar dan guru bertindak untuk mengembalikannya ke situasi belajar yang optimal, maka tindakan tersebut masuk tindakan mendisiplikan kelas.

PENGGUNAAN DI DALAM KELAS

Penggunaan komponen keterampilan mengelola kelas mempunyai tujuan baik untuk siswa maupun untuk guru. Tujuan – tujuan termaksud dapat diuraikan sebagai berikut :

  1. Tujuan untuk siswa

Keterampilan mengelola kelas untuk siswa bermaksud :

  1. Mendorong siswa mengembangkan tanggung jawab individu terhadap tingkah lakunya, serta sadar untuk mengendalikan dirinya.
  2. Membantu siswa mengerti akan arah tingkah laku yang sesuai dengan tata tertib kelas dan melihat atau merasakan teguran guru sebagai suatu peringatan dan bukan kemarahan.
  3. Menimbulkan rasa berkewajiban melibatkan diri dalam tugas serta bertingkah laku yang wajar sesuai dengan aktifitas – aktifitas kelas.
  1. Tujuan untuk guru

Bagi guru keterampilan mengelola kelas adalah untuk melatih keterampilannya dalam :

  1. Mengembangkan pengertian dan keterampilan dalam memelihara kelancaran penyajian dan langkah – langkah pelajaran secara tepat dan baik
  2. Memiliki kesadaran terhadap kebutuhan siswa dan mengembangkan kompetensinya di dalam memberikan pengarahan yang jelas kepada siswa
  3. Member respon secara efektif terhadap tingkah laku siswa yang menimbulkan gangguan – gangguan kecil atau ringan serta memahami dan menguasai seperangkat kemungkinan strategi yang dapat digunakan dalam hubungan dengan masalah tingkah laku siswa yang berlebih – lebihan atau terus – menerus melawan di kelas.

PRINSIP PENGGUNAAN

Dalam melaksanakan komponen keterampilan memgelola kelas maka perlu diperhatikan enam prinsip dasar seperti berikut.

KEHANGATAN DAN KEANTUSIASAN

Kehangatan dan keantusiasan guru dapat memudahkan terciptanya iklim kelas yang menyenangkan, yang merupakan salah satu syarat kegiatan belajar yang optimal. Guru yang bersikap hangat dan akrab serta secara ajek menunjukkan antusiasmenya terhadap tugas – tugas terhadap kegiatan – kegiatan atau terhadap siswanya  akan lebih mudah pula melaksanakan komponen keterampilan tersebut secara berhasil.

TANTANGAN

Penggunaan kata – kata tindakan atau bahan – bahan yang menantang akan meningkatkan gairah siswa untuk belajar sehingga mengurangi kemungkunan munculnya tingkah laku yang menyimpang. Perhatian dan minat siswa akan terpelihara dengan kegiatan guru tersebut.

BERVARIASI

Penggunaan variasi dalam media, gaya, dan interaksi mengajar. Belajar merupakan kunci pengelolaan kelas untuk menghindari kejenuhan serta pengulangan – pengulangan aktifitas yang menyebabkan menurunnya kegiatan belajar dan tingkah laku positif siswa. Jika terdapat berbagai variasi maka proses menjadi jenuh akan berkurang dan siswa akan cenderung meningkatkan keterlibatannya dalam tugas dan tidak akan mengganggu kawannya.

KELUWESAN

Dalam melaksanakan proses mengajar – belajar, guru harus waspada mengmati jalannya proses kegiatan tersebut, termasuk kemungkinan munculnya gangguan siswa. Untuk mencegah gangguan – gangguan yang mungkin timbul, diperlukan keluwesan tingkah laku guru untuk dapat merubah strategi mengajarnya dengan memanipulasi berbagai komponen keterampilan mengajar yang lain.

KOMPONEN KETERAMPILAN

Keterampilan mengelola kelas terbagi dalam dua jenis keterampilan utama yaitu :

( 1 ) keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal dan ( 2 ) keterampilan yang berhubungan dengan pengembalian kondisi belajar yang optimal. Yang pertama disebut juga keterampilan yang bersifat preventif dan yang kedua disebut keterampialn yang bersifat represif.

KETERAMPILAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENCIPTAAN

DAN PEMELIHARAAN KONDISI BELAJAR YANG OPTIMAL

Keterampilan ini berkaitan dengan kemampuan guru di dalam mmengendalikan pelajaran serta kegiatan – kegiatan  yang berhubungan dengan hal tersebut dan terdiri dari 6 keterampilan :

  1. Menunjukkan sikap tanggap
    1. Memandang secara seksama
    2. Gerak mendekati
    3. Memberikan pernyataan
    4. Memberikan reaksi terhadap gangguan dan ketakacuhan siswa
  2. Membagi perhatian
    1. Visual
    2. Verbal
  3. Memusatkan perhatian kelompok
    1. Menyiagakan siswa
    2. Menuntut tanggung jawab siswa
  4. Memberikan petunjuk yang jelas
  5. Menegur

Teguran verbal guruyang aktif harus memenuhi syarat – syarat sebagai berikut :

  1. Tegas dan jelas kepada siswa yang mengganggu serta kepada tingkah lakunya yang harus dihentikan
  2. Menghindari peringatan yang kasar dan menyakitkan atau yang mengandung penghinaan
  3. Menghindari ocehan atau ejekan guru, lebih – lebih yang berkepanjangan
  4. Menberi penguatan.

Di samping enam komponen keterampilan tersebut, ada pula tingkah laku guru yang dituntut dalam mengelola kelas yaitu keterampilan menuntut dan mengalihkan berbagai kegiatan siswa dan keterampilan memimpin kecepatan maju dalam pelajaran. Yang di maksud dengan keterampilan menuntut dan mengalihkan kegiatan siswa adalah cara guru menangani kemajuan belajar siswa, dalam suatu kegiatan atau dalam peralihan kegiatan dari satu ke lainnya secara lancar dengan tuntutan guru yang minimal. Yang dimaksudkan dengan keterampilan memimpin kecepatan maju dalam pelajaran atau aktifitas adalah keterampilan guru menyajikan pelajaran yang bergerak dalam tingkat kecepatan yang optimal.

Tag: , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: