Teknik – Teknik Mengurangi Kepekaan (Dezensitizazion) 2

Teknik respon bebas Anxiety

Prosedur teknik ini adalah sebagai berikut:

Pertama-tama atlit dimasukkan ke dalam situasi yang menimbulkan kecemasan padanya. Kemudian situasi tersebut dihapus dengan stimulus eksternal, misalnya bunyi bel, peluit, teriakan dari pelatih atau dengan cara lainnya. Jadi atlit harus mengasosiasikan perasaan bebas Anxiety(rileks), dengan stimulus dari luar tersebut dan haruslah dilakukan dengan berulang-ulang.

B.6. Teknik Deep Breathing

Teknik ini banyak dilakukan para atlit karena dapat dilakukan di sembarang tempat. Prosedur menurut Harsono(1988) adalah sebagai berikut:

  • Duduk dengan badan tegak, kedua tangan rileks diantara lutut, mata dipejamkan.
  • Ambil nafas pelan-pelan sedalam-dalamnya melalui mulut (mulut jangan terlalu lebar), dan rasakan udara menyelinap keseluruh pelosok alveoli paru-paru
  • Keluarkan udara pelan-pelan melalui mulut dengan di bantu oleh otot-otot perut. Rasakan sampai seakan-akan paru-paru menjadi kosong udara.
  • Istirahat sebentar, kemudian ulangi prosedur di atas beberapa kali.

Pada waktu pertandingan, deep breathing tersebut sering membantu kita untuk bisa mengurangi rasa tegang.Bla timbul ketegangan, segeralah melakukan deep brathing sambil menenangkan jiwa dan pikiran

B.7. Teknik Meditasi

Penelitian Wallace (1971)menunjukan bahwa teknik tersebut memberikan efek luar biasa pada tubuh, yaitu detak jantung menurun sampai stabil dan peredaran asam laktat menjadi tiga kali lebih cepat di bandingkan saat beristirahat biasa.

Meditasi di lakukan seseorang dengan memusatkan perhatian dan konsentrasi terhadap suatu objek atau pikiran dan kegiatan tersebut jika hanya untuk beberapa waktu dalam posisi tubuh yang nyaman, tanpa terganggu atau beralih perhatian dan konsentrasinya.Apabila hal tersebut dapat di lakukan ,maka akan diperoleh keadaan rileks.

B.8. Teknik Model Training

Teknik model training adalah latihan yang mirip atau menyerupai situasi dan kondisi pertandingan yang sebenarnya.Dalam model training sebaiknya di masukan kombinasi dari situasi-situasi stress tehnik, sosial dan mental yang sejauh mungkin mendekati situasi dan kondisi pertandingan. Diharapkan latihan demikian akan dapat mempercepat adaptasi penyesuaian atlit terhadap setiap situasi stress pertandingan

Tag: , , , , , , ,

2 Tanggapan to “Teknik – Teknik Mengurangi Kepekaan (Dezensitizazion) 2”

  1. hendraxz Says:

    bagusss……..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: